Bertanam Hidroponik dengan Cara Sederhana, 2 Metode untuk Pemula

Bertanam Hidroponik dengan Cara Sederhana, 2 Metode untuk Pemula

Kamu yang ingin mulai bercocok tanam tapi tidak memiliki lahan luas tidak perlu khawatir. Karena ada metode bertanam hidroponik dengan cara sederhana cocok untuk pemula. Sebelum memasuki penjelasan utamanya, Kami akan jelaskan dasar dari hidroponik ini terlebih dahulu.

Diambil dari kata Yunani, dimana hydro berarti air sedangkan ponos artinya daya. Sehingga dikenal juga bertanam tanpa adanya media tanah (soilless). Budidaya tanaman ini lebih menekankan pemanfaatan air serta kebutuhan nutrisinya. Namun tentunya tidak semua tanaman bisa menggunakan cara penanaman ini.

Umumnya hanya tanaman seperti selada, paprika, serta stroberi cocok menggunakan cara ini. Selain itu terkadang juga ada tomat, melon, timun jepang, hingga terong jepang. Selanjutnya Kami akan berikan contoh 2 metode paling mudah yang bisa pemula coba. Yaitu ada metode wick dan rakit apung.

Metode Wick Paling Cocok untuk Pemula, Bertanam Hidroponik dengan Cara Sederhana

Metode pertama ini biasa disebut juga dengan sistem sumbu tetes. Nantinya sumbu akan berguna untuk penghubung dan penyerap larutan nutrisi ke media tanamnya. Karena bahan digunakan mudah dan murah, wick memang lebih cocok untuk Kamu yang baru memulai bertanam hidroponik dengan cara sederhana.

Alat dan bahan yang dibutuhkan sendiri antara lain media tanam, sumbu, serta wadah untuk nutrisi dan airnya. Sedangkan media tanamnya bisa menggunakan misal rockwoll atau kapas tanaman randu. Sedangkan sumbunya Kamu bisa menggunakan kain flannel atau sumbu kompor saja.

  1. Kelebihan Wick atau Sistem Sumbu Tetes

Kelebihan pertama tentunya biayanya tergolong murah. Mengingat bahannya juga mudah ditemukan. Bahkan Kamu juga bisa menggunakan barang tidak terpakai seperti botol bekas serta kain flannel sisa. Pembuatannya yang sederhana juga mempermudah Kamu yang baru pertama mencoba cara budidaya tanaman ini.

Kelebihan berikutnya dari bertanam hidroponik dengan cara sederhana ini adalah tidak memerlukan penggunaan listrik. Kemudian Kamu juga tidak perlu memberi frekuensi terlalu banyak dalam penambahan nutrisinya. Keuntungan lainnya adalah Kamu mudah memindahkan tanaman karena wadah tumbuh dan nutrisinya memiliki bentuk dan sistem yang ringkas.

  1. Kekurangan Wick atau Sistem Sumbu Tetes

Kekurangannya adalah kurang cocok untuk budidaya terlalu banyak tanaman. Karena nantinya akan membutuhkan usaha untuk mengontrol kadar pH airnya. Jenis tanamannya juga terbatas. Dimana hanya tanaman yang tidak perlu air terlalu banyak, cocok menggunakan metode ini. Penyebabnya adalah keterbatasan sumbu dalam menyalurkan nutrisi.

Metode Rakit Apung Sebagai Salah Satu Bertanam Hidroponik dengan Cara Sederhana

Kedua ada metode yang juga sering disebut dengan water culture system. Diantara seluruh hidroponik aktif yang ada, metode ini menjadi paling sederhana sehingga cocok untuk seseorang dengan minim pengalaman. Sebagai hidroponik modern, metode ini adalah pengembangan budidaya tanaman yang umum dipakai dalam skala lebih besar.

Prinsip bertanam hidroponik dengan cara sederhana ini adalah dengan memberi genangan air serta nutrisi pada bagian akat tanaman dengan menerus. Peralatan dan bahan yang diperlukan umumnya hanya kolam maupun bak. Kemudian sterofoam yang dilubangi sebagai tempat tanaman. Nantinya akan diapungkan pada air serta nutrisinya.

Nantinya hal yang perlu Kamu perhatikan adalah dari segi ketersediaan larutan nutrisinya. Pastikan jangan sampai habis nutrisinya. Kamu harus memperhatikan penambahan jumlah larutan. Bisa disesuaikan dengan jumlah penyusutannya. Itulah mengapa penting untuk mengurangi paparan sinar matahari secara langsung.

  1. Kelebihan Hidroponik Water Culture Sistem (Rakit Apung)

Kemudahan dalam menggunakan metode ini tentunya hanya menghabiskan sedikit biaya. Tidak perlu menyediakan lahan luas maupun daya listrik yang menerus. Bahannya juga mudah ditemukan, bahkan bisa juga menggunakan bahan tidak terpakai. Belum lagi tidak memerlukan perawatan yang sulit.

  1. Kekurangan Hidroponik Water Culture Sistem (Rakit Apung)

Metode ini tidak cocok diletakkan sembarang tempat. Karena kurang tepat diletakkan di ruangan yang terpapar banyak sinar matahari. Kekurangan berikutnya adalah akan yang selalu tergenang air menyebabkannya rentan pembusukan. Walaupun sebagian akar tidak terendam, tetapi kadar oksigennya juga tetap lebih sedikit.

Dua metode tersebut Kami pilih sebagai paling cocok untuk pemula mengingat bahan dan cara perawatannya yang mudah. Bahkan bisa juga dengan memanfaatkan barang sisa seperti botol dan ember bekas. Setelah berhasil mencoba bertanam hidroponik dengan cara sederhana, Kamu bisa mencoba metode lain yang lebih menjanjikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *