Budidaya Alpukat Paling Diminati Masyarakat, Begini Caranya

Budidaya Alpukat Paling Diminati Masyarakat, Begini Caranya

Buah pukat menjadi salah satu yang digemari masyarakat Indonesia sejak lama. Menjadikan budidaya alpukat juga semakin diminati karena tingginya permintaan pasar. Mengingat buah ini banyak digunakan sebagai bahan utama maupun campuran hidangan favorit, paling banyak ditemukan misalnya es campur serta jus.

Jenis buah ini sendiri bisa ditemukan beberapa yang paling diminati pasaran. Dua diantaranya adalah jenis mentega dan alligator. Apabila Kamu berniat untuk membudidayakannya, artikel di bawah ini akan memberikan informasi mengenainya. Mulai dari sebelum penanaman, perawatan, hingga pemanenannya.

Budidaya Alpukat Mentega, Mampu Berbuah Sepanjang Tahun

Di bawah ini adalah beberapa paparan yang perlu Kamu ketahui saat ingin berbudidaya suatu jenis alpukat mentega.

  1. Ciri dan Syarat Tumbuhnya

Pertama ada alpukat mentega yang memiliki ciri utama daging lumayan tebal. Sedangkan tekstur buahnya padat dan kenyal tidak terlalu berair. Sedangkan ciri khasnya adalah memiliki warna kuning, sehingga disebut alpukat mentega. Pohonnya yang berumur 5 tahun sendiri bisa menghasilkan sampai 400 buah per tahunnya.

Jenis pertama ini bisa ditanam pada iklim yang sedang, artinya tidak terlalu dingin maupun panas. Pohon alpukat mentega sendiri paling maksimal kualitasnya apabila di tanah pada dataran tinggi (maksimal 1.500 mdpl). Sedangkan pH yang dibutuhkan adalah netral, yaitu kisaran 5,6 sampai 6,4.

  1. Persiapan Lahan dan Bibit

Kamu harus menyiapkan lahan yang terbebas dari gulma dan sudah digemburkan. Setelahnya buat lubang kedalaman sekitar 70 cm dan ukuran 60 x 60 cm. Pastikan juga mengisi lubang dengan pupuk, paling baik menggunakan pupuk kandang. Pemilihan bibit sendiri bisa dilakukan dengan biji, okulasi, atau cangkok.

  1. Tahap Penanaman bibit

Penanaman bibit pada budidaya alpukat ini membutuhkan jarak setidaknya 6 m dari tanaman lainnya. Sehingga nantinya saat sudah tumbuh, penyerapan zat bisa terjadi maksimal. Sejak penanaman juga lebih baik apabila sudah diberi pupuk. Seperti yang sudah dijelaskan, penggunaan pupuk kandang akan lebih baik.

  1. Perawatan Tanaman Alpukat Mentega

Beberapa perawatan perlu dilakukan apabila Kamu ingin menghasilkan buah kualitas premium. Pertama adalah wajib melakukan penyiraman. Harus dilakukan minimal sehari sekali apabila jarang terkena hujan. Pastikan juga tidak ada gulma atau tanaman pengganggu lain berada disekitarnya dengan melakukan penyiangan.

Apabila memang berpotensi atau terlanjur terkena hama, Kamu juga bisa menggunakan insektisida, herbisida, maupun fungisida sesuai kebutuhannya. Lakukan juga pemangkasan apabila ada cabang rusak atau terlalu dekat dengan pohon lain. Penting juga untuk melakukan penggemuran rutin supaya mempermudah penyerapan udara maupun nutrisi lainnya.

  1. Masa Panen

Pada jenis mentega ini, alpukat bisa berbuah sekitar 6 bulan pasca bunganya mekar. Cara pemanenannya bisa dilakukan dengan memotong tangkai buah. Pilih alpukat yang warna kulitnya sudah hijau tua serta tidak mengkiap lagi. Tanda lain kematangan buah adalah terasa seperti ada ruang saat digoyangkan.

Budidaya Alpukat Aligator, Rasa Manisnya Meningkatkan Permintaan Pasaran

Di bawah ini adalah beberapa paparan yang perlu kamu ketahui untuk budidaya alpukat alligator.

  1. Ciri dan Syarat Tumbuhnya

Ciri dari alpukat alligator ini adalah memiliki bentuk unik. Apabila kebanyakan mentega lain hampir bulat, maka jenis ini memiliki bentuk lonjong dan bagian bawahnya yang membesar. Daging buahnya sendiri tebal dengan tekstur yang lembut, pulen, dan tidak berserat. Rasanya yang manis menjadi alasannya banyak digemari.

Berbeda dengan jenis mentega, pohon alpukat aligator ini lebih baik tumbuh pada cuaca dingin. Yaitu kisaran 12 sampai 28oC. Sedangkan untuk ketinggian, idealnya ada di 1.000 mdpl. Namun mampu tumbuh juga di kisaran 300 hingga 2.000 mdpl. Bisa tumbuh pada minimal curah hujan 1.000 mm.

  1. Pemilihan Bibitnya

Seperti yang sudah dijelaskan, Kamu bisa memilih bibit dengan biji, sambung pucuk, atau okulasi. Namun apabila ingin budidaya alpukat dengan pot, pilih bibit dengan ciri batang lurus dan kokoh. Pilih juga yang tidak memiliki hama dan daunnya rimbun berwarna hijau.

  1. Proses Penanaman

Sebenarnya Kamu bisa memilih menanam di lahan atau pot. Apabila di lahan, caranya hampir sama dengan penanaman alpukat mentega. Namun untuk penggunaan pot, pilih yang diameternya sekitar 70 cm. Kemudian masukkan media tanah humus. Setelahnya lakukan perawatan seperti pemupukan, penyiraman, penyiangan, seperti yang dijelaskan sebelumnya.

  1. Tahapan Pemanenan

Apabila memilih okulasi, maka pohon mampu berbuah kurang lebih 3 hingga 5 tahun setelahnya. Proses panen juga sama, yaitu gunting di tangkai buahnya. Ketika memanen juga pastikan bahwa bagian luar buah tidak memar. Sehingga bagian dalam juga akan tetap maksimal.

Setelah mengetahui syarat, tahap penanaman, hingga panennya, Kamu tinggal pilih sekiranya jenis alpukat mana yang cocok dengan lingkungan. Penting untuk pastikan syarat tumbuh sehingga buah yang dihasilkan juga maksimal. Apabila belum ada yang sesuai, coba budidaya alpukat jenis populer lain, seperti alpukat kendil, hass, atau wina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *