Budidaya Kacang Tanah Di Indonesia

Budidaya Kacang Tanah di Indonesia yang Perlu Diketahui

Kacang tanah adalah salah satu jenis varietas tanaman yang sudah sangat sering ditanam di Indonesia, dan untuk itu Kamu bisa melakukan Budidaya kacang tanah ini jika memang tertarik dan juga terinspirasi untuk menjadi petani kacang. Tentunya budidaya adalah sebuah kegiatan yang sangat produktif dan juga sangat menguntungkan karena penggunaan kacang ini sudah mendarah daging pada masyarakat Indonesia.

Ada banyak sekali penggunaan penggunaan praktis kacang tanah di Indonesia seperti adalah menjadi sayur sop, sayur asem, dimakan pada saat menonton sepakbola atau juga hal-hal lainnya. Kacang tanah sendiri sudah menjadi kategori makanan cemilan yang harus selalu ada di kegiatan-kegiatan seperti hari raya idul fitri atau Idul Adha.

Awal Persiapan Budidaya Kacang Tanah

Ada banyak sekali persiapan yang harus Kamu lakukan ketika ingin menjadi Budidaya kacang tanah. Untuk bisa sukses menjadi seorang petani kacang tentu saja persiapan adalah segalanya dan Kamu tidak boleh melewati persiapan ini karena bisa jadi banyak tantangan yang akhirnya membuat Kamu gagal panen dan menderita kerugian. Berikut adalah beberapa jenis persiapan yang harus Kamu lakukan matang-matang sebelum Kamu melakukan budidaya.

  1. Cari bibit unggul

Pertama adalah mencari bibit dari kacang tersebut. Salah satu hal yang menarik dalam pencarian bibit adalah Kamu tidak perlu harus membeli bibit karena bibit dari kacang tanah tentu saja adalah kacang itu sendiri. Namun kacang tersebut harus didiamkan selama 100 hari untuk bisa ditanam dan akhirnya menumbuhkan tanaman kacang baru.

  1. Pemilihan pupuk pada kacang

Selanjutnya Kamu pun juga harus mempersiapkan pupuk dari kacang tersebut, Di mana biasanya pupuk kacang tanah adalah kombinasi dari nitrogen, fosfat, dan juga kalium. Rasio dari pupuk tersebut adalah kurang lebih 1 banding 2 banding 3. Nitrogen biasanya ditanam sebelum penanaman lalu diikuti dengan fosfat dan kalium.

  1. Pantau proses pertumbuhan

Setelah pemupukan barulah para petani bisa memantau pertumbuhan kacang dan juga menjaganya dari berbagai hama yang memang bisa menganggu kualitas panen seperti adalah hama sapu setan, berbagai varietas ulat dan juga penyakit-penyakit seperti pembusukan. Berbagai tantangan tersebut tentu saja harus bisa hadapi dengan benar agar nantinya kualitas kacang Kamu tidak berkurang.

Perhatikan Pengairan Pada Masa Budidaya

Salah satu elemen penting dalam penanaman kacang tentu saja adalah pengairan. Meskipun air adalah elemen yang sangat penting ketika kacang sedang tumbuh, namun kacang adalah tanaman yang tidak bisa tergenang, tidak seperti padi. Jika memang air tergenang maka nantinya kadar keasaman air atau PH akan naik menjadi di angka 9 dan sementara tingkat toleransi ph untuk Budidaya kacang tanah adalah 6 sampai 7.

Jika hal tersebut terjadi maka siap-siap saja Kamu akan menderita gagal panen dan untuk itu Usahakan untuk menyiram air secara moderat saja dan di waktu antara pagi atau sore. Ketika tumbuhan kacang sudah mulai berbunga sebaiknya memang Kamu tidak menyiram kembali karena memang proses ketika sebuah tanaman sudah mulai berbunga adalah proses penyerbukan, dan air malah justru bisa mengganggu proses tersebut.

Perhatikan Kualitas Tanaman agar Bisa Panen Optimal

Selain itu juga perhatikan ciri-ciri pembusukan di tanaman kacang. Pembusukan adalah proses dimana kacang mulai membusuk dikarenakan hama atau juga penyakit tertentu dari bakteri yang menyerang tanaman tersebut. Jika Kamu melihat proses pembusukan maka biasanya kacang yang ada di atas tanah akan berwarna kehitam-hitaman dan berbau busuk.

Hal ini tentunya harus Kamu hindari dengan sebisa mungkin dan karena itu pastikan juga Kamu melakukan pemupukan dengan dengan benar dan memastikan juga bahwa tanaman tersebut mendapatkan nutrisi yang tepat. Selain itu juga kacang tanah sangatlah rentan terhadap ulat dan untuk itu pemberian pestisida dalam skala tertentu masih bisa dilakukan.

Kacang tanah akan panen pada waktu 80 sampai 100 hari tergantung dari varietas yang Kamu pilih. Setelah itu Kamu bisa langsung mengeringkan kacang yang sudah dipanen dengan kadar air 9 sampai 12%, dan setelah itu masukkan kacang kedalam karung goni untuk dijual ke pasar induk terdekat. Melakukan kegiatan Budidaya kacang tanah tentu saja sangatlah ekonomis dan bisa meningkatkan kualitas hidup seorang petani karena memang kacang adalah salah satu jenis tumbuhan yang sangat sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *