Budidaya Ayam Joper, Karakteristik dan Tips untuk Pemula

Budidaya Ayam Joper, Karakteristik dan Tips untuk Pemula

Meningkatnya permintaan pasar saat ini menjadikan budidaya ayam joper juga semakin diminati. Mungkin sebagian orang belum tahu jenis ayam apa ini. Joper sendiri sebenarnya kepanjangan dari jowo super. Merupakan hasil persilangan antara ayam betina petelur dengan jantan kampung.

Jenis ini diproduksi untuk memenuhi permintaan daging dan mulai diterima secara umum sebagai pengganti ayam kampung. Pertumbuhan jenis kampung sendiri belum mampu memenuhi permintaan pasar. Kemunculan jenis joper ini tentunya bisa membantu, mengingat budidayanya bisa dipanen dalam waktu 45 sampai 60 hari saja.

Sebelum Mulai Budidaya Ayam Joper, Asal Usul dan Karakteristiknya Dahulu

Di bawah ini adalah asal usul dan karakteristik ayam joper yang perlu untuk diketahui.

  1. Asal Usul

Jenis ayam ini muncul dari penggunaan metode grading up. Dimana merupakan perbaikan genetik ayam yang ternyata mampu menghasilkan kandungan daging gizi tinggi, serta tentunya rasanya lezat. Namun karena tidak bisa final stock atau genetiknya sama-sama 50%, maka jenis joper lebih beragam jenisnya.

Ayam yang digunakan sendiri paling sering adalah dari jenis kedu dan petelur putih. Jenis kedu sendiri sering disebut juga dengan cemani. Dimana dicirikan dengan tubuhnya didominasi warna hitam. Sedangkan petelur putih atau disebut juga white leghorn chicken digunakan karena lebih unggul dibandingkan petelur lainnya.

  1. Karakteristik

Bagi Kamu yang berminat budidaya ayam joper ini, tentu harus paham dahulu karakteristiknya. Dimana dari yang jantan, yaitu dicirikan dengan jengger besarnya serta memiliki pial tegap dan besar. Sedangkan untuk warna bulunya memang bisa bervariasi, umumnya dominan kuning putih.

Kemudian perbedaan telurnya dari ayam kampung biasa adalah warnanya yang lebih cokelat. Membedakan telur hanya bisa dari warnanya, karena ukuran relatif sama. Karakteristik lain adalah dari masa panen. Seperti yang sudah Kamu jelaskan di awal, dalam waktu 45 sampai 60 hari Kamu sudah bisa memanennya.

Lebih menguntungkan lagi, ayam joper ini memiliki kemampuan bertelur layaknya jenis ras. Namun yang membedakan adalah jenis joper tidak meneram. Sedangkan perilakunya seperti jenis kampung, yaitu lebih tahan penyakit sehingga bisa mengurangi kerugian akibat kematian. Selain itu juga suka bertengger maupun berkokok.

5 Tips Budidaya Ayam Joper, Cocok untuk Pemula

Di bawah ini adalah beberapa tips yang digunakan untuk budidaya ayam joper untuk pemula.

  1. Persiapkan Kandang dan Peralatannya

Kandang harus disesuaikan dengan umur ayamnya. Misal untuk usia 1 hingga 2 minggu, setiap meter persegi bisa digunakan untuk 50 ekor. Semakin besar, umur 3 hingga 4 minggu, sebaiknya per meter digunakan untuk 25 ekor saja. Kemudian usia 4 sampai 6 minggu untuk 15 ekor.

Lebih besar lagi, 7 hingga 8 minggu bisa untuk 10 ekor. Sedangkan 9 minggu bisa menampung sampai 6 ekor. Peralatan yang diperlukan ada brooder, nampan plastik untuk tempat pakannya, serta lampu penerangan. Bisa juga gunakan tempat makan minum tabung ketika berusia di atas 2 minggu.

  1. Sediakan Bibit Serta Sarana Produksi

Pencarian bibit tentu penting dilakukan. Selain itu perlu juga menyediakan sarana lain berhubungan dengan produksinya. Yaitu vitamin, obat-obatan, hingga vaksin. Apalagi saat Kamu menyediakan bibit berumur 2 minggu yang masih rentan. Persiapan seperti pemilihan bahan untuk litter, pemanasan serta penghitungan jumlah nampan juga perlu dilakukan.

  1. Penerimaan Bibit (DOC)

Berikutnya adalah penerimaan bibit atau DOC ke kandang. Tahapan ini harus dilakukan dengan tepat. Dimulai dari pemanasan kandang brooding supaya suhu stabil dan pas ketika bibit tiba. Selain itu siapkan untuk pengganti energi, siapkan juga air gula. Supaya tidak tenggelam, taruh kerikil di wadah minumnya.

Penting melakukan seleksi DOC pada budidaya ayam joper dengan tujuan pemisahan bibit sehat dan sakit. Sehingga ketika pemberian vaksin nanti juga lebih mudah. Ketika DOC masuk kandang pertama kalinya, beri pakan setelah menunggu kurang lebih 2 hingga 3 jam.

  1. Tahap Pemberian Pakannya

Pemilihan pakan tidak bisa dilakukan sembarangan untuk kunci sukses budidayanya. Bahkan apabila dihitung lebih detail 60% total biaya akan digunakan untuk penggunaan pakan. Takaran pakan yang tepat adalah sekitar 2.900 kkal/kg untuk energinya. Sedangkan protein sebesar 14%. Boleh juga memberi campuran seperti premix dan bekatul.

  1. Atur Sanitasi, Pencahayaan, dan Suhu

Tips lain yang tidak boleh terlewat adalah berhatikan sanitasi untuk menjaga kesehatan. Hindari genangan air yang bisa memunculkan jentik nyamuk. Umur ayam joper juga menentukan berapa suhu kandang. Misal pada umur 0 hingga 1 minggu, memerlukan cahaya dan suhu yang intensitasnya lebih tinggi.

Apabila sudah memahami tips pemeliharaannya, nantinya setelah sekitar dua bulan Kamu diperbolehkan melakukan panen. Bisa juga dengan menyesuaikan bobot yang diminta konsumen. Sebagai gambaran, nantinya Kamu bisa memasarkan hasil budidaya ayam joper ini ke penampung. Kamu juga bisa berperan sebagai pemasok ke pemilik restoran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *