Budidaya Burung Puyuh dan Cara Menjaga Kualitas Telur

Budidaya Burung Puyuh dan Cara Menjaga Kualitas Telur

Bagi kamu yang saat ini ingin memulai berbisnis dalam bidang budidaya burung puyuh atau sedang menjalankan usaha ini, maka kamu harus memperhatikan berbagai aspek penting. Bagi para pebisnis yang menjalankan usaha ini maka telur yang dihasilkan tidak hanya sekedar banyak dari segi jumlah tetapi juga baik dari segi kualitas.

Hal tersebut karena apabila telur yang dihasilkan dalam jumlah besar tetapi banyak yang rusak (pecah, terserang beberapa kotoran) maka konsumen tidak akan memilih untuk membeli telur puyuh pada kamu. Alasan tersebutlah yang membuat kamu tidak boleh sembarangan dalam menjalankan bisnis ini.

Walau terkesan cukup mudah apabila ditinjau dari cara budidaya burung puyuh, tetapi dalam bisnis burung puyuh kamu harus benar benar memberikan perhatian pada unggas tersebut. Apalagi bila kamu memiliki burung puyuh dalam jumlah besar. Pekerjaan tersebut bukanlah pekerjaan yang bisa dilakukan seorang diri.

Sebagai seorang yang menjalankan bisnis dalam budidaya dari burung puyuh belajar dari pengalaman orang sekitar atau mempelajari teknik melalui google dapat kamu lakukan. Kamu tidak boleh terlalu acuh karena unggas adalah makhluk hidup yang jika tidak diperhatikan dari berbagai aspek tidak akan menghasilkan telur yang baik.

Aspek yang Perlu Diperhatikan Dalam Menjaga Kualitas Telur

Sebagaimana pada umumnya pada budidaya unggas, dalam budidaya burung puyuh lokasi budidaya harus jauh dari keramaian. Keramaian yang dimaksud bisa jadi aktivitas manusia atau suara kendaraan transportasi. Hal tersebut karena suara yang bising bisa membuat ternak unggas mengalami stress dan bisa mempengaruhi kuantitas serta kualitas telur.

Walau demikian, lokasi yang dipilih sebaiknya tetap mudah dijangkau oleh alat transportasi. Alasan tersebut bertujuan agar ketika kamu hendak mengangkut telur yang dihasilkan maka akan memudahkan. Pilihlah lahan yang cukup tinggi agar terhindar dari bahaya banjir yang bisa menyebabkan kerugian besar pada budidaya.

Selanjutnya adalah aspek kandang. Modifikasi kandang burung puyuh dengan bentuk bertingkat agar meminimalisir penggunaan lahan yang terlalu banyak. Tak lupa memberikan jaring pada kandang agar udara dan sinar matahari tetap didapatkan oleh unggas. Usahakan agar kandang tidak terlalu lembab dan tidak terlalu kering.

 

Kemudian, gunakan pakan yang dibutuhkan oleh unggas dengan konsentrasi nutrisi paling baik. Hal ini akan membantu kamu dalam mewujudkan keinginan terkait kuantitas dan kualitas telur yang baik. Pada umur burung puyuh dewasa dan masih remaja juga jumlah nya berbeda. Kamu perlu memperhatikan juga pada kedua hal tersebut.

Aspek yang paling krusial adalah tentang bagaimana menjaga kebersihan. Kebersihan kandang harus selalu diperhatikan untuk mewujudkan budidaya dari burung puyuh yang sehat dan tidak mudah terserang penyakit. Burung puyuh yang sehat akan menghasilkan kualitas dan kuantitas telur yang sangat baik.

Sekilas Mengenai Patogen Penyebab Penyakit pada Burung Puyuh

Aspek yang sudah dibahas di atas dalam budidaya burung puyuh dan untuk menjaga kualitas telur akan sangat berhubungan terhadap munculnya patogen penyebab penyakit. Patogen ini dapat menyebabkan penyakit pada burung puyuh dan apabila fatal bisa menyebabkan kematian burung puyuh massal.

Patogen pertama adalah yang dapat menyebabkan penyakit radang usus. Patogen ini membentuk sebuah spora yang akan hinggap pada kotoran dan apabila terinfeksi pada burung puyuh akan menyerang bagian usus. Akibat penyerangan tersebut akan membuat usus burung puyuh mengalami peradangan pada usus.

Patogen selanjutnya adalah virus yang dapat menyebabkan penyakit Tatelo atau biasa dikenal dalam dunia kedokteran sebagai Newcastle Disease. Patogen ini biasanya terbawa oleh burung puyuh yang sakit. Jika menemukan gejala seperti kepala puyuh memutar tak menentu dan tampak lumpuh maka segera pisahkan dengan burung puyuh yang sehat.

Patogen selanjutnya adalah yang paling umum diketahui sebagai penyebab penyakit pada hampir semua unggas yaitu Salmonella sp. Patogen ini akan menimbulkan gejala seperti sesak nafas, kotoran berwarna putih, dan bulu mengerut. Memisahkan burung puyuh yang terkena penyakit dengan yang sehat menjadi hal utama yang harus kamu lakukan.

Memperhatikan aspek kebersihan tentu sangat penting karena biasanya patogen penyebab penyakit seperti bakteri, jamur, dan virus bersarang pada kotoran hewan. Memperhatikan setiap detail dari perawatan burung puyuh akan mewujudkan keuntungan dalam budidaya burung puyuh seperti tujuan kamu di awal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *